Masih di hari yang sama (3/1/09), Mobil dipacu cepat menuruni Bebeng. Satu yang dikejar, yaitu matahari tenggelam di pantai Parangtritis. Heidy pengen moto pantai di sore hari. Sebenernya seh rada kurang tepat kalo mau liat sunset dari Parangtritis, secara ini adalah pantai selatan. Alasan lebih tepatnya seh gue dan Heidy belum pernah ke sana. wakakakakakka Namun sayang, sesampainya di sana, gelap sudah menyergap. Bintang-bintang pun tidak banyak bertaburan. Mendung menyelimuti langit Parangtritis. Hiks
Gue, Heidy dan Azwar pun berdiri sebentar di tepi laut. Mendengarkan suara deburan ombak besar menghempas bibir pantai. Beberapa orang di sekitar gue pun tampak duduk beralaskan tikar sederhana yang banyak disewakan oleh ibu-ibu di pantai ini.
Heidy pun mengoceh. Dia membayangkan jika saja datang sedikit lebih awal, mungkin akan sangat asyik sekali moto di sini. Ya mau gimana lagi, nasi sudah jadi bubur, something has been done can’t be undone. Laper pun menyerang. Perut rasanya udah kriuk kriuk minta diisi. Terakhir makan kan tadi siang di Timbul Roso-Cangkringan. Gue, Heidy dan Azwar kembali ke deretan toko yang terdapat di dekat tempat parkir mobil. Dingin – dingin begini yang paling enak yaitu yang anget – anget. Apalagi kalo bukan Indomie rebus. Tiga mangkok indomie rebus pun dipesen. Duh rasanya yummy banget. Padahal yang namanya indomie rebus pake telor dan sayaur kan begitu-begitu doang rasanya. Atau karena laper kali ya. Hiihihihihi.
Pulang dari Pantai Parangtritis, bukan hotel Santika yang dituju, tapi suatu daerah yang namanya Pathuk. Hm..hm..lokasi ini mengingatkan gue akan Dago Pakar di Bandung (Bandung lagi..Bandung lagi hihihi).
Gue, Heidy dan Azwar pun nongkrong sebentar di salah satu cafĂ© yang berderet di sepanjang kawasan ini. Seperti biasa, Heidy tidak lupa untuk foto-foto. Kegiatan ini adalah salah satu satu kegiatan wajib everywhere and everytime. Ha…ha..ha…
Cabut dari Pathuk, Gedung BI Yogyakarta menjadi lokasi berikutnya yang akan di datangi. Gue bertiga jalan-jalan udah gak peduli waktu. Sesampainya di depan Gedung BI, orang rame banget nongkrong di sini. Serasa bukan malam hari. Kalo bukan karena gelap, mungkin gak akan sadar kalo hari sudah malam. Well, mau tau udah jam berapa? Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. hihihi…hmm..hmmm jalan-jalan ini kagak ada matinya.
Heidy pun sibuk moto – moto dari gedung BI, kantor pos, hingga benteng Vredeburg. Tripod yang dibeli satu hari sebelum berangkat ke Yogya pun dipergunakan. Akhirnya tripod ini ada gunanya juga dibawa. Udah capek nengteng-nengteng dari Jakarta. Begitu kata heidy.
Well, ada satu hal di depan gedung BI ini yang akan selalu gue inget. Satu hal yang membuat gue dan Heidy berdebat. Satu hal yang…..hm..hm..sudahlah lebih baik tidak diungkapkan. Cukup gue , Heidy dan Azwar aja yang tau tentang semua ini. Cukup gue bertiga aja yang mengingat semua ini di otak kami masing-masing, dengan versinya masing-masing hihihihi...
To be continued, next trip on the same day Trip to Yogya - 4th part, .....
keren donk..:)
ReplyDeletekok tidak mau diberitahukan sih, ada apa gerangan ?
ReplyDeletenice posting Vid :D
potonye maneeee...
ReplyDeletegw males baca
:p
Tuh beberapa fotonya Fan.....masih banyak yg laen....tapi males downloadnya hihihih
ReplyDelete