Sunday, February 15, 2009

Trip to Yogya - 4th part, TUGU

Perjalanan pun dilanjutkan, masih di hari yang sama (3/1/09). Selesai dari kawasan gedung BI, satu lagi yang dituju. Hm..hmm apalagi kalo bukan Tugu. Mobil pun dipacu lambat menuju Tugu yang terletak di perempatan jalan. Gue lupa apa aja nama jalannya, tapi yang pasti salah satunya adalah jalan Sudirman he..he..he..

Setibanya di sana, uwiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih penuh banget sama orang-orang yang juga pada moto. Sekeliling tugu penuh. Orang- orang sibuk untuk moto. Ada yang hanya bermodalkan kamera hape, ada yang camera digital, bahkan ada yang dengan kamera kerenan dikit (banyak) hiihi. Males banget deh.

Bingung harus kemana dulu untuk menunggu orang-orang sepi. Kalo balik ke hotel pasti males untuk keluar lagi. Secara kebayang kasurnya hotel santika yang empuk, bisa-bisa pengen tidur hihihi.

Inilah enaknya pergi sama orang yang ngerti seluk beluk Yogya. Kafe- kafe yang nyuksruk dan buka hingga dini hari pun bisa dilacak. Azwar orang Yogya hihihi, gue dan Heidy diajakin nongkrong ke Café Teratai di daerah Seturan. Tapi satu yang pasti untuk menuju café ini, satu tanda yang akan selalu gue inget yaitu Ambarukmo Plaza (Amplaz). Yup, Cuma ini yang gue bisa inget. Abis itu gue gak tau jalan, pokoknya sampe di café itu wakakakaka.

Café nya rumayan oke. Beberapa orang tampak masih asyik nongkrong di café yang terdiri atas saung-saung ini. Di kanan kiri café ini masih sawah-sawah hihihi. Ada yang ngobrol-ngobrol, ada juga yang maen kartu hihhiih. Gue bertiga adalah orang yang terakhir keluar dari café, sekitar pukul setengah tiga dini hari. Catet, dini hari hihhi. Sampe lampu yang menerangi plang café Teratai dimatikan. Pelayannya pun menunggu gue dulu untuk foto itu plang, baru kemudian lampu dimatikan. He..he..jadi gak enak hati.

Kembali ke Tugu. Orang – orang sudah sedikit yang moto-moto. Duduk lah gue di salah satu trotoar. Masih sedikit rame. Namun sudah tidak terlalu banyak yang mengerubungi tugu. Lebih banyak yang moto dari salah satu suduh di perempatan. Seperti gue, Heidy dan Azwar.  

Sebelum kembali ke hotel mampir dulu ke UGM. Heidy pun kembali moto-moto.

Dan fuih, akhirnya tepat pukul setengah empat pagi, gue dan Heidy dianter ke hotel Santika. Azwar pun pulang ke rumahnya he..he..

Gue dan Heidy pun janjian untuk tidak tidur. Takut kebablasan. Secara semaleman gak tidur. Pagi ini, (4/01/09), pesawat garuda Indonesia yang akan membawa gue pulang ke Jakarta. Sesuai jadwal, pesawat akan take off pukul 07:45. Itu artinya setengah delapan kurang kudu udah di airport. Hm..hm..secara udah city check in. Barang pun semua bawa di kabin. Jadi datang mepet pun gak apa-apa.

Tapi rupanya kantuk ini tidak mau berkompromi. Gue dan Heidy sempet terlelap. Rencana untuk moto gunung merapi dari atap hotel Santika gagal. Padahal pak Bambang, satpam yang dulu nemenin gue moto dari atas atep hotel ini udah bersedia untuk anterin. Pukul enam pagi gue ditelpon resepsionis. Terbangun dan kaget. Akhirnya batal deh acara moto merapi. Hiks…

Dan pukul tujuh kurang, Azwar udah di tiba di hotel buat jemput. Gue dan Heidy sarapan cepet-cepet. Setidaknya perut ini enggak kosong banget walaupun nanti di pesawat pasti kasih makanan kecil.

Perjalanan ke bandara ternyata lancar banget. Hanya butuh sekitar lima belas menit, Bandara Adi Sutjipto udah di depan mata.  Karena kecepetan, nongkrong dulu di Oh Lala Café. Pukul setengah delapan lebih gue dan Heidy boarding, Azwar pun pulang ke rumahnya. Dan pukul Sembilan kurang pesawat pun mendarat di bandara Soekarno-Hatta.  Welcome to Jakarta…Liburan pun berakhir…..

Sore harinya Heidy langsung ke Bandung karena ada meeting kantor pukul sembilan pagi ,esok harinya dan gue pun bersiap untuk ngantor besok…Liburan usai. Senangnya menutup dan mengawali tahun dengan sangat bagus yaitu liburan ha..ha..ha..ha..what a happy life….

 

No comments:

Post a Comment