Kembali dengan cerita makan siang gue hari ini, 5 Feb 2009. Sedikit demi sedikit gue menjelajahi satu persatu masakan - masakan di daerah selatan jakarta ini. Setelah kemarin bakmi Jogja di daerah Darmawangsa, kali ini perjalanan makan siang gue ke daerah Wijaya 1. Tepatnya gue, Pak Malik, Mbak Inda dan Mbak Wulan makan siang di Masakan Rumah Bu Endang yang terletak di Jalan Wijaya I No 28 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah makan ini terletak di pojokan, di sebelah sate Maranggi.
Dari luar, rumah makan ini tampak biasa saja, seperti rumah biasa. Namun masuk ke dalam rumah makan, hmm..hmm..penataannya sederhana namun rapi dan bersih. Warna hijau dan putih mendominasi ruangan. Pada dinding rumah makan di pajang berbagai macam gambar zaman dahulu kala dan juga foto-foto, termasuk foto pemilik rumah makan yaitu Bu Endang.
(Dalam foto di atas, Bu Endang ketiga dari kiri)
Seperti namanya, masakan rumah, rumah makan ini menyuguhkan masakan khas Jawa Tengah. Kalo kata Mbak Inda dan Pak Malik menunya lebih ke arah masakan Solo. Menunya bermacam-macam. Ada yang paket seperti nasi begana dan nasi berkat. ada juga yang tidak. Selain kedua menu tersebut juga ada tersedia sayur lodeh, brongkos, rujak serut, dan lain-lainnya. Berhubung baru satu kali datang jadi gak hafal semua he..he..
Namun ada satu yang unik di salah satu dinding rumah makan ini. Di bawah jam antik dipasang sebuah puisi yang dibingkai dengan sangat cantiknya. Puisi ini berjudul:
My Kitchen Prayer
Bless my little kitchen, Lord
I love its every nook
And guide me as I do my work work
Especially when I cook
May the food that I prepare
Be seasoned from above
Wish thy blessing and thy grace
But most of all - thy love
The recipe
Barnes and Noble
Seattle, Fall 2004
No comments:
Post a Comment