Friday, November 12, 2010

Timbul Roso, Cangkringan, Apa Kabarmu Kini???

Tanggal 1 Februari 2009 silam saya sempat memposting ke blog saya ini sebuah tulisan tentang rumah makan yang terletak di daerah Cangkringan, Sleman, DIY. Timbul Roso, begitu sebuah papan nama tinggi tertancap di tepi jalan di depan resto tersebut. Sebuah resto keluarga yang sangat kental sekali dengan unsur pedesaan. Ada air mengalir, pohon-pohon tinggi, semak-semak, kolam ikan. Apalagi saung tempat  makan di buat dari bambu.

Saya mengunjungi resto tersebut untuk pertama kalinya pada tanggal 3 Januari 2009 dengan teman saya Heidy dan Mas Azwar. Saya dan Heidy diajak ke resto ini oleh mas Azwar yang sejak akhir Februari 2010 kemarin  resmi mejadi suami saya. Kami bertiga makan siang dengan lahapnya. Entah karena laper atau memang masakannya yang enak. Namun satu yang pasti resto ini teduh sekali membuat para tamu betah untuk duduk lama. Adem.

Cangkringan, lokasi restoran Timbul Roso yang saya datangi hampir dua tahun yang lalu.  Beberapa minggu belakangan nama daerah ini begitu akrab di telinga masyarakat di seluruh Indonesia. Apalagi jika bukan karena  erupsi gunung merapi yang meluluhlantakkan begitu luas lahan di sekitarnya, yang mengakibatkan ratusan orang kehilangan nyawa, kehilangan sanak saudara, dan yang juga mengakibatkan ratusan  ( mungkin ribuan) orang kehilangan harta bendanya.

Jika membaca berita yang beredar di media, daerah Cangkringan merupakan salah satu daerah paling parah terkena dampak erupsi Merapi. Hal ini karena letaknya yang memang di lereng gunung Merapi. Dan kini saya jadi bertanya-tanya bagaimana kondisi Restoran Timbul Roso itu kini? Hoooooo sedih membayangkan abu vulkanik itu menutupi daun-daun ,menutupi saung-saung, mengotori kolam-kolam. Hiks!!!

Created by Vidy

in Jakarta, 12 November 2010

No comments:

Post a Comment