Monday, November 29, 2010

Air Ketuban Pecah??? Oh Tidak!

Hari ini (15/11/10) saya masih ngantor seperti biasa. Ups, waktu menunjukkan pukul 10.45. Agak sedikit telat sampe kantor karena gangguan sinyal kereta api.

 

Saya pun mengambil beberapa dokumen untuk diperiksa. Laper. Memeriksa dokumen pun dilakukan sambil makan lontong sayur yang saya beli di stasiun Gondang Dia. Hehe.

 

Baru tiga dokumen yang saya periksa, celana dalam saya terasa basah. Saya pun bergegas ke toilet. Lagi-lagi keputihan dalam jumlah banyak. Sudah sejak hari sabtu  (13/11/10) kemarin seperti ini.

 

Kembali ke meja, saya pun  bergegas telpon dokter Florencia, dokter yang mengontrol kandungan saya sejak awal kehamilan. Bu dokter pun menjelaskan bahwa itu normal untuk kehamilan yang semakin membesar seperti saya saat ini. Bu dokter pun mewanti-wanti saya tidak boleh pake penty liner. Sedikit lega.

 

Tutup telpon, tiba-tiba cairan keluar membasahi hingga ke celana kantor saya pakai. Cairan itu keluar begitu saja. Tanpa bisa ditahan. saya kembali ke kamar mandi. Ups basah sekali. Cairan itu keluar lagi sedikit. Bening. Cairan apalagi ini. Yang pasti bukan keputihan.

 

Sekali lagi telpon dokter Florencia. Bu dokter kaget mendengar cerita saya. Menurut bu dokter itu bisa jadi air ketuban. Namun untuk lebih pasti saya diminta bu dokter untuk segera ke ruang bersalin di lantai 2 rumah sakit Hermina Bogor.

 

Bergegas minta izin pulang cepet ke rekan kerja saya. Selama dalam perjalanan saya mencoba untuk tenang. Dengan diantar mobil kantor CD 73-03, pukul setengah dua siang saya tiba di rumah sakit Hermina Bogor. Papa dan mama saya sudah menunggu di lobby rumah sakit Hermina. Dengan dibantu oleh perawat, saya didorong dengan kursi roda ke ruang bersalin di lantai dua. Bidan yang bertugas mengecek keseluruhan yang terjadi pada saya. Ternyata bener cairan yang keluar sedikit demi sedikit adalah air ketuban. Dan saya pun diminta bidan untuk bed rest.  Fuih!

 

Created by Vidy,

in Bogor, 28 Nov 2010

No comments:

Post a Comment