Sunday, December 13, 2009

Pilih..pilih..pilih...(model undangan)

Jika mengingat bagaimana mana perjalanan dalam mengurus undangan ini, terkadang membuat saya tertawa. Jalan yang dilalui semua tidak sesuai rencana awal. Selau saja ada perubahan mendadak. Tapi Alhamdulillah perubahan-perubahan tersebut membawa hasil yang bagus.

Dimulai dari pemilihan bentuk undangan yang akan dicetak. Untuk yang satu ini mengalami tiga kali perubahan. Undangan pertama yang mau dicontek bentuknya adalah undangan anak temennya papa. Namun saya rada gak sreg. Diawalnya saya bilang oke aja sama Mas Iwan. Namun itu masih jauh dari rencana cetak.

Berjalannya waktu, saya diberi beberapa contoh undangan oleh Uncu. Ada satu yang saya suka. Ampe nanya ke percetakan suaminya Ritma, temen SMP saya, kira-kira berapa harga bikin undangan tersebut dengan sedikit revisi sana-sini hehehehhe.  Perkiraan harga didapat. Masih dalam anggaran yang sudah direncanakan. Senangnya.  Namun saya katakan pada Ritma bahwa saya gak janji untuk cetak di sana karena harus membicarakan hal itu terlebih dahulu dengan mas Iwan. Ritma cukup mengerti dengan posisi saya. Mas Iwan setuju dengan pilihan saya. Deal.

Selasa pagi (24/11/09), saya tiba dari Yogya ditemani mas Iwan. Rencana pagi ini adalah saya  ngantor dan mas Iwan ke Bandung untuk ngurusin undangan. Tiba-tiba mas Iwan menyodorkan beberapa undangan lain. Kaget. Bukankah sudah sepakat dengan undangan sebelumnya. Menurut mas Iwan Bapak kurang sreg dengan modelnya.

Dan saya pun mulai meneliti satu persatu undangan tersebut. Entah kenapa mata saya langsung tertuju pada satu undangan. Modelnya sederhana namun kelihatan elegan. Namun saya minta mas pada Iwan bahwa warna dasar undangan tetep warna dasar yang telah disepakati kemarin, merah marun. Cihuy Mas Iwan setuju. Mufakat pun dicapai...Senangnya.

Created by Vidy

In Bogor on 6 Dec 2009

 

No comments:

Post a Comment