Sunday, September 28, 2008

ROYAL TASTE, Coffee and Lounge

Hari ini (20/09/08), sebelum ke Bogor, gue jalan dulu dengan Siska dan Lia, temen kosan gue. Rute yang ditempuh yaitu Ratu Plaza di jalan Sudirman, kemudian Plaza Semanggi dan berakhir di ITC Kuningan di Jalan Prof. Dr. Satrio.

Setelah hape yang gue cari dapet, gue pulang ke kosan ambil laptop dan baju. Siska dan Lia tetep di ITC Kuningan. Dari kosan, gue cabut ke stasiun Manggarai, naek ojek. Kereta ekonomi AC yang gue tumpangi melintas pukul 03.05. Gue tiba di stasiun pukul 02.55. Kereta penuh dan gue pun berdiri dari Manggarai hingga Bogor. Hiks..

Sore ini gue janjian buka puasa bareng sama Techa. Gue tiba di Botani Square pukul setengah lima dan Techa baru datang sekitar pukul setengah enam sore. Techa telat hampir satu jam karena terjebak macet di Talang. Hampir satu jam gue nunggu Techa di Gramedia. Baca buku tentang Barrack Obama.

Menu yang gue dan Techa pilih untuk buka puasa kali ini yaitu Soto kaki sapi bang Kumis di warung tenda depan fakultas hukum Universitas Pakuan. Gue pilih otak, babat dan irisan daging pipi sapi. Hm..hmm enak sekali. Soto kaki sapi Bang Kumis  ini mengingatkan gue dengan soto kaki sapi yang terletak di ujung Jalan Dipati Ukur, sebelah bank BCA di Bandung. Sama enaknya. Untuk satu mangkok soto kaki sapi panas, nasi dan segelas es teh manis hanya delapan belas ribu rupiah.

Setalah kenyang, gue dan Techa beranjak ke daerah Taman Kencana. Namun tidak satu pun kafe yang berjajar disana menarik minat gue dan Techa untuk singgah. Ngopi di Collonial bosan. Ke Telapak males juga. Udah terlalu sering ke sana. Akhirnya mobil kembali dipacu Techa ke arah Jalan Pajajaran. Techa usul untuk nongkrong di Dimsum Teracce. Gue seh ayuk – ayuk aja mau kemana juga. Secara kalo untuk wilayah Bogor, gue gak gaul banget. He..he..Parkir di depan Papa Rons, di pojok ada sebuah Kafe. Di papan nama tertulis ROYAL TASTE Coffee and Lounge. Techa usul untuk mampir kesana. Kata Techa dia belum pernah ke sana.

Akhirnya gue dan Techa masuk ke Royal Taste tersebut. Ternyata itu sebuah kafe dengan desain interior Victorian. Klasik. Cuma ada 4 tamu yang duduk di kafe tersebut termasuk gue dan Techa. Dua orang lagi duduk di bagian depan kafe. Di sebelah kanan pintu masuk kafe.

Gue minta buku menu makanan ke pelayan kafe. Kami masih soft launching, buku menunya belum tersedia. Saya sebutkan aja menu yang tersedia. Minuman andalan kami yaitu Extreme Toffe Coffee. Selain itu ada juga pure chocolate. Cake bisa dipilih sendiri di sana. Pelayan tersebut menunjuk ke etalase yang ada di tempat kasir.  Gue dan Techa kaget mendengar penjelasan pelayan tersebut. Gue pesen Pure Chocolate dan Techa pesen Extreme Toffe Coffee.

Gue iseng tanya sama pelayan yang lain apakah bisa autodebet atau tidak. Gue dan Techa tambah kaget kalo di kafe ini belom bisa auto debet. Gue dan Techa gak berani pesen makanan yang lain. Di dompet gue cuma ada uang tujuh puluh ribu rupiah dan di dompet Techa cuma ada empat puluh ribu rupiah. Hiks. Merana deh gue sama Techa. Kebiasaan kalo nongkrong pake autodebet. Di kafe itu juga ada Zuppa Zuppa. Tapi gue gak berani pesen. Takut uang tunai yang ada di dompet gak cukup.

Kemudian seorang mbak – mbak mampir ke meja gue. Dia memperkenalkan dirinya Nila (kalo enggak salah denger). Dia bilang hari ini adalah hari pertama soft launching Royal Taste. Gue dan Techa adalah tamu pertama kafe ini. Sedikit tersanjung. Marketing atau owner, mbak? He..he..he..Dua orang yang duduk di depan adalah temennya mbak Nila. Jadi gak pure tamu yang memang sengaja datang ke kafe ini. 

Gue pun bertanya sama Mbak Nila kenapa kafe ini mengusung tema Victorian di saat kafe – kafe lain mengusung tema minimalis. Menurut mbak Nila, Victorian itu abadi. Dari zaman dulu kala sampe sekarang, victorian masih menjadi pilihan.

Pesenan gue dan Techa datang. Segelas Extreme Toffe Coffee dan Pure Chocolate. Penyajian minuman ini cukup menarik. Segera gue dan Techa menyeruput minuman itu. Kalo menurut gue pure chocolate yang disajikan enak. Gue coba icipin pesenan Techa. Menurut gue dan Techa, extreme Toffe Coffee ini rasanya standar.

Ketika minta bill kepada pelayan, gue dan Techa deg – degan. Semoga pembayaran tidak melebihi uang yang ada di dompet. Betapa leganya gue dan Techa, pay amount yang tertera di bill sebesar Rp. 54.000 saja untuk extreme Toffe Coffe dan Pure Chocolate. Dan benar kata mbak Nila, gue dan Techa adalah tamu pertama. Di bill tertulis CHECK: 00001. 

Menurut mbak NIla, ke depannya kafe ini akan menyediakan free hotspot (semoga bener – bener free, gak kayak the colonial yang kudu beli voucher).

Namun secara garis besar, kafe ini bisa dijadikan tempat alternatif untuk nongkrong – nongkrong jika sedang berada di Bogor. Tempat di desain sangat nyaman. Di bagian belakang tersedia sebuah TV layar lebar.  Sofa yang disediakan besar dan empuk. Dan yang paling gue seneng, kaca di mana – mana he..he.. jadi bisa ngaca. Royal Taste terletak di jalan Pajajaran No. 26 Bogor dan bisa dihubungi di nomor 0251 – 8383204.

No comments:

Post a Comment