Wednesday, January 12, 2011

RUAM ASI

Satu hari setelah pulang dari rumah sakit (21/11/10), bintik muncul di pipi Baim. Satu, dua, tiga dan hanya dalam hitungan dua hari setelah itu, bintik semakin banyak. Pipi Baim memerah di sekitar bintik-bintik tersebut. Saya jadi sedikit khawatir karena sebelumnya bintik-bintik tersebut tidak ada. What's going on with you, Son?

Menurut Ibu mertua dan adik ipar yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah, bintik merah tersebut biasa disebut ruam asi. Ibu mertua dan adik ipar menyarankan saya untuk mengobati bintik tersebut dengan cara mengolesi  air liur saya ke bintik-bintik tersebut. Beberapa kali saya coba. Namun bintik merah semakin banyak. It didn't work. Hiks!

Hari ini (27/11/10) adalah jadwal kontrol Baim ke rumah sakit. kesempatan bertanya kepada dokter tentang bintik merah yang ada di pipi Baim. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Dokter yang menangani Baim adalah dokter Jimmy Pasat SPA(K). Menurut dokter Jimmy, ruam asi yang ada di pipi Baim adalah alergi, biasanya disebabkan oleh susu sapi. Saya disarankan untuk tidak mengkonsumsi susu sapi baik susu murni ataupun yang sudah diolah menjadi susu bubuk, susu cair dan lain-lain. Sedih. Ternyata yang menyebabkan ruam asi di pipi Baim adalah susu khusus ibu menyusui yang saya konsumsi setiap hari. Huhuhu maafkan Bunda ya, Nak. dokter menuliskan resep salep elidel untuk mengobati ruam susu di muka Baim. Jiah, salep isi sedikit doang, tapi harganya lumayan hehehe. Alhamdulillah setelah mengoleskan salep elidel dan juga menghentikan konsumsi susu, ruam asi yang ada di pipi Baim berkurang dengan cepat.

Created by Vidy

in Bogor, 11 Jan 2011

No comments:

Post a Comment