Sunday, October 31, 2010

Kaki Bengkak?? Oh No!!!!!!

Sekian bulan mengandung calon anak pertama saya, baru kali ini saya mengalami kaki bengkak seperti temen kantor yang juga sedang hamil. Selama ini saya hanya mendengar cerita ataupun melihat langsung kaki bengkak yang dipengaruhi oleh kehamilan.

Hari itu Sabtu (16/10/10) ukuran kaki saya masih normal-normal saja. Pagi hari hari siap-siap untuk menghadiri acara akad nikah sepupu di Jakarta. Perasaan seh berdiri ataupun duduk saya tidak pernah terlalu lama. Kadang duduk, kadang bediri. Selang seling aja. Namun memang saya yang pada dasarnya gak bisa diem, tetep aja wara-wiri sana sini. Ada beberapa saudara juga yang gemes melihat saya. Kadang jalan sana, jalan sini. Mungkin mereka maunya saya hanya duduk sepanjang hari. Oh tidak, mana bisa saya duduk sepanjang hari. Di kantor aja saya susah banget untuk diam.

Malam harinya, kaki sedikit bengkat. Sebelum tidur, saya mengikuti saran ibu-ibu yang sudah berpengalaman melahirkan bahwa jika kaki bengkak maka harus diangkat ke atas. Kaki bengkak disebabkan aliran darah yang tidak lancar dan menumpuk di kaki.

Sebelum tidur, kedua kaki saya diangkat ke atas oleh suami. Hampir setengah jam lebih. Kemudian kami pun tidur.

Pagi harinya, minggu (17/10/10) kaki kembali normal. Terima kasih ya Allah. Itu artinya saya bisa menghadiri acara resepsi pernikahan sepupu yang akan diadakan malam ini di Jakarta.

Karena acara baru malam hari, pagi hari hingga siang hari ke botani square dulu untuk cetak foto kemudian jemput Nia dan Nisa, adek saya, di depan toko bucherri deket mall Ekalokasari.  Setelah itu pulang dan kemudian siap-siap untuk ke Jakarta.

Jam setengah tiga siang baru berangkat dari rumah. Ups, ternyata hujan besar dan macet di toll. Jadilah baru tiba di gedung sekitar pukul setengah 5 sore. Hohohoho yang laen udah pada rapi di dandanin lengkap dengan baju seragam.  Setelah sholat ashar, baru deh ikut berbaur di ruang rias. Berdandan pun dimulai. Keukeuh rambut gak mau di sanggul hehehehe.

Setelah waktu isya, acara pun dimulai. Kali ini saya lebih banyak duduk dari pada berdiri. Entah kenapa sepatu yang saya gunakan terasa semakin sempit. Dalam mobil di perjalanan pulang, sepatu pun saya buka. Pantes saja sepatu bagian depan terasa sempit. Kaki  bengkak. Oh no! Setibanya di rumah, seperti kemarin malam, suami saya kembali membantu saya mengangkat kaki ke atas. Semoga besok kaki sudah kembali seperti sedia kala.

Senin (18/10/10) pagi, betapa kagetnya saya, kaki tidak juga kunjung mengecil seperti sedia kala. Yang ada semakin bengkak. Menunggu hingga waktu menunjukkan pukul 8 lebih, kaki masih tetap bengkak. Lebih besar dibandingkan tadi malem pulang dari resepsi. Oh no, terbayang oleh saya kaki Lussy, temen kantor yang juga sedang hamil. Kakinya bengkak lebih dari kaki saya saat ini.

Pukul delapan pagi kaki tidak juga mengecil. Mas Iwan, suami saya, menyarankan saya untuk tidak ke kantor pagi ini. Takut kenapa – kenapa di jalan karena tidak biasanya kaki saya bengkak seperti ini. Akhirnya sms atasan di kantor. Izin gak masuk kantor karena kaki saya bengkak banget. Alhamdulillah diizinkan.

Hingga sore hari kaki masih saja seperti itu. Bengkak. Huhuh semakin panik aja. Mas Iwan menyarankan, kalo sampe besok tidak juga mengecil, lebih baik ke dokter. Saya pun mengiyakan.

Alhamdulillah, malam harinya kaki mulai mengecil. Oh betapa senangnya saya. Terima kasih ya Allah.

 

Created by vidy

In Bogor on 24 October 2010

No comments:

Post a Comment