Kereta pun berhenti. Seperti biasa, penumpang berebut mencari pintu paling terdekat dari tempat mereka berdiri. Saya menunggu hingga hampir semua penumpang tujuan ke arah Bogor masuk. Sejak positif hamil, jadi gak berani berebut tempat duduk seperti biasa. Kasian calon dedek bayi yang ada dalam kandungan jika harus berdesak-desakan.
Ketika kaki baru melangkah masuk ke dalam kereta yang sudah penuh, seorang bapak-bapak menunjuk dan bilang pada saya untuk untuk ke kursi khusus untuk ibu hamil, orang tua, dan juga orang cacat. Ups kursi tersebut penuh. Paling ujung bapak-bapak yang segar bugar, kemudian seorang mbak-mbak muda, setelah itu seorang bapak2 yang membawa tongkat untuk penyangka kakinya dan diujung satu laginya ada mbak-mbak masih muda lagi.
Saya hendak menuju ke arah bapak-bapak yang paling ujung, namun bapak-bapak yang memegang tongkat langsung berdiri dan mempersilahkan saya untuk duduk. Deg. Ya ampun, bapak itu kan juga berhak untuk duduk di kursi tersebut. Begitu hati saya berkata-kata.
Saya duduk dengan perasaan sedikit tidak enak hati. Dan bapak-bapak yang paling ujung tetap duduk dengan santainya. Sebel banget liat kelakuan bapak tersebut. Ingin rasanya menegur bapak tersebut, namun mata bapak tersebut udah merem. Huh.
Bapak-bapak yang menggunakan tongkat duduk di depan saya dengan menggunakan kursi lipat. Padahal kereta penuh pada saat itu. Apalagi ketika kereta berhenti di stasiun Cawang, kereta pun bertambah sesak. Bapak tersebut sedikit meringis.
Ketika di stasiun Depok, mbak-mbak yang duduk di sebelah saya berdiri dan bergegas ke arah pintu keluar. Saya pun bergegas untuk geser ke tempat duduk mbak tersebut ketika melihat ada ibu-ibu yang masih segar bugar berniat hendak duduk juga. Huh. Setelah geser, saya bergegas meminta Bapak yang tadi memberi saya duduk di stasiun Sudirman untuk pindah duduk ke atas. Ibu-ibu tersebut agak bĂȘte. Tapi saya cuek aja. Menurut saya bapak-bapak tersebut lebih berhak daripada ibu-ibu tersebut.
Terima kasih untuk bapak-bapak yang memberikan saya duduk. Siapapun namanya. Senang, masih ada yang peduli dengan ibu-ibu yang sedang hamil.
Created by Vidy in Bogor, 4 July 2010
No comments:
Post a Comment