Tuesday, January 19, 2010

Pencerahan Model Baju

Hari ini (18/12/09) saya janjian sama Uni Ninda dari Sanggar Anggiau. Pertamanya janjian di rumah Uni Ninda di Depok. Karena Uni Ninda juga ada janji dengan yang lain di Bogor, tempat janjian dirubah menjadi di rumah saya.

Sekitar pukul sebelas siang, Uni Ninda tiba di rumah. Seperti biasa ngobrol-ngobrol. Kemudian saya pun cerita mengenai protes masalah baju yang terjadi ketika rapat panitia pertama kali. Uni Ninda tertawa. Selain itu saya juga memberikan potongan bahan kebaya saya, bahan kebaya mama dan bahan baju yang akan digunakan oleh Mas Iwan. Uni Ninda minta melihat motif bunga untuk bahan tersebut. Menurut Uni Ninda hal ini penting karena motif songket harus disesuaikan dengan warna dan motif bahan yang akan saya, mama, ibu mas Iwankenakan ketika pesta nanti. Saya pun lari sebentar ke rumah Neno untuk mengambil lagi bahan yang sudah terlanjur saya berikan ke Neno.

“Bagus. Tile-nya beli yang bagus ya?”

Itu komentar pertama uni Ninda ketika melihat bahan-bahan yang saya beli.

“Wah gak ngerti deh Uni. Semua bahan itu kan cuma ngikutin saran Neno, temen saya yang biasa jahit kebaya. Karena waktu beli semua bahan ditemenin Neno. Jadi dialah yang memutuskan itu bagus atau tidak. Saya seh buta banget dunia pertekstilan. Jadi ya manut-manut aja sama saran Neno hehhe,”

Uni Ninda sekali lagi tertawa.

 Uni Ninda menjelaskan panjang lebar tentang baju kebaya yang akan saya gunakan, daripada saya harus menjelaskan panjang lebar, saya langsung telpon Neno untuk datang ke rumah mendengarkan penjelasan Uni Ninda.

Setengah jam kemudian  Neno datang ke rumah. Ngobrol pun tambah seru. Di sekian banyak foto-foto baju pengantin yang ada di laptop saya, Neno menunjuk ke salah satu aksesoris yang digunakan pada hampir setiap pakaian pengantin wanita minang.

“Kalo yang dipundak itu apa namanya Uni?”

“Itu namanya tokah,”

Neno senyum kesenengan karena akhirnya menemukan nama aksesoris itu.

Tanggal 19 Des 2009, saya, mama dan Neno ke Tanah Abang. Ada beberapa barang Utama yang dicari yaitu kerudung dan bahan daleman kebaya untuk seragam keluarga, payet-payet dan songket untuk bahan baju Nia dan Nisa.

Puter – puter Tanah Abang Blok A, Atas bawah, atas bawah. Tawar sana, tawar sini. Agak susah juga cari warna yang bagus untuk kerudung dan bahan poring kebaya. Namun Alhamdulillah akhirnya dapet.

Selain itu juga beli payet-payet untuk baju kebaya. Bahan-bahan kebaya yang sudah diserahkan kepada Neno dibawa ketika berbelanja agar tidak salah dalam menentukan warna yang cocok. Namun sayang satu warna yang dicari barangnya lagi kosong hikhikhik.

Setelah kegiatan belanja selesai, kembali pulang ke Bogor. Bodohnya saya, lupa ngembaliin bahan yang dipinjem ke Neno, begitu juga dengan payet-payet yang sudah dibeli. .

Minggu terakhir bulan Desember 2009, dengan ditemani mama, saya kembali ke rumah Neno membawa bahan dan payet-payet yang sudah dibeli. Model baju kembali dibicarakan. Tangan Neno dengan lincah membuat sketsa gambar. Untuk yang sekarang ini final. Heheheheheh

Cretaed by: Vidy

In Bogor, 3  January 2010

No comments:

Post a Comment